Skip to main content


ANALISIS TIMBULAN SAMPAH RUMAH TANGGA
(Studi Kasus : Kel. Tobuuha Kota Kendari
Prov. Sulawesi Tenggara)


LAPORAN


Oleh :


AHMAD SAFRUDIN (215 01 020)
AYATULLAH ROKHAQLI NUR PAHISA (215 01 013)
MAHMUD FAJRAN SAMALO (215 01 011)
MUHAMMAD ARYA BUDIMAN (tidak aktif)



PROGRAM SARJANA
PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI
2017







KATA  PENGANTAR
             Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan petunjukNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas laporan dengan judul “Analisis Timbulan Sampah Di Kelurahan Tobuuha”, yang  mana laporan ini disusun bertujuan untuk memenuhi tugas. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam penyajian data dalam laporan ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini berguna dan dapat menambah pengetahuan pembaca.
             Demikian laporan ini disusun, apabila ada kata – kata yang kurang berkenan dan banyak terdapat kekurangan, penulis pengucapkan mohon maaf yang sebesar – besarnya.



Kendari,    Juli 2017


Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman sampul....................................................................................................
Kata pengantar...................................................................................................... ii
Daftar isi................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
1.1  Latar Belakang.......................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah..................................................................................... 2
1.3  Tujuan........................................................................................................ 2
1.4  Manfaat..................................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................ 3
2.1  Sampah...................................................................................................... 3
2.2  Timbulan Sampah..................................................................................... 4
2.3  Jenis Sampah............................................................................................. 4
BAB III METODOLOGI PENELITIAN......................................................... 6
3.1  Waktu Dan Tempat Penelitian.................................................................. 6
3.2  Peralatan Dan Perlengkapan...................................................................... 6
3.3  Teknik Pengumpulan Data....................................................................... 6
3.4  Pengolahan Dan Analisis Data................................................................. 6
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN............................................................ 8
4.1  Deskripsi lokasi......................................................................................... 8
4.2  Cara Perhitungan Jumlah Sampel, Berat Sampah Dan Volume Sampah. 8
4.2.1        Perhitungan jumlah sampel di Kelurahan Tobuuha.......................8
4.2.2        Perhitungan berat sampah (Kg/org/hr)...........................................9
4.2.3        Perhitungan volume sampah (L/org/hr) .........................................9
4.3  Hasil pengukuran sampah di Kelurahan Tobuha...................................... 10
4.4  Analisis Timbulan Sampah....................................................................... 14
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1  Kesimpulan .............................................................................................. 15
5.2  Saran ........................................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 16
Lampiran-Lampiran...............................................................................................
     

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Seperti yang telah kita ketahui, sampah sudah menjadi masalah bagi semua lapisan masyarakat. Semakin hari sampah semakin menumpuk, perbandingan antara jumlah sampah yang dihasilkan dengan sampah yang diolah tidak seimbang.
Sampah pada dasarnya merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu sumber hasil aktivitas manusia maupun proses-proses alam yang tidak mempunyai nilai ekonomi, bahkan dapat mempunyai nilai yang negatif karena dalam penanganannya, baik untuk membuang atau membersihkannya memerlukan biaya yang cukup besar. Selain itu karakteristik dari sampah adalah bau, sampah juga dapat, menimbulkan penyakit seperti diare.
Permasalahan sampah merupakan hal yang krusial. Bahkan sampah dapat dikatakan sebagai masalah kultural karena dampaknya terkena pada berbagai sisi kehidupan (Sudradjat, 2006). Upaya penanganan sampah perlu dilakukan secara manajerial dengan benar serta melibatkan semua unsur baik pemerintah, swasta maupun masyarakat yang diharapkan dapat meminimalkan biaya yang dikeluarkan dalam pengelolaannya. Semua pihak ini bertanggungjawab terhadap penanganan sampah sehingga tidak lagi menimbulkan masalah (Gunawan, 2007).
Pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Untuk sampah permukiman, pembagian tanggung jawab pengelolaan sampah dibedakan menjadi dua, pengelolaan sampah dari sumber hingga ke TPS menjadi tanggung jawab masyarakat , dan pengelolaan sampah dari TPS hingga ke TPA menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Hal tersebut dijelaskan dalam (Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 33 tahun 2010). Kegiatan pengelolaan sampah yang menjadi tanggung jawab masyarakat adalah (1) kegiatan pewadahan dan pemilahan sampah di sumber, (2) pengolahan sampah skala masyarakat di sumber, (3) pengumpulan sampah dari sumber ke TPS. Sedangkan kegiatan pengelolaan sampah permukiman yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah yang dalam kasus studi ini Kota Bandung menyerahkan kepada PD Kebersihan Kota Bandung, adalah (1) penampungan sampah berupa TPS, (2) Pengangkutan sampah dari TPS ke TPA, (3) pengolahan sampah skala kota, dan (4)pemrosesan akhir sampah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sampah rumah tangga pada masyarakat di Kelurahan Tobuha Kecamatan Puwatu Kota kendari.
1.2  Rumusan Masalah
Bagaimana berat sampah, volume sampah, berat jenis sampah yang dihasilkan oleh masyarakat di Kelurahan Tobuuha.
1.3  Tujuan
Untuk menganalisis berat sampah, volume sampah, berat jenis sampah yang dihasilkan oleh masyarakat di Kelurahan Tobuuha.
1.4  Manfaat
Mahasiswa dapat mengetahui berat, volume dan bert jenis sampah yang dihasilkan oleh masyarakat tobuuha.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Sampah
Pengertian sampah
         Menurut Soemirat Slamet (2004), sampah adalah segala sesuatu yang tidak lagi dikehendaki oleh yang punya dan bersifat padat. Sampah ada yang mudah membusuk dan ada pula yang tidak mudah membusuk. Sampah yang mudah membusuk terdiri dari zat-zat organik seperti sayuran, sisa daging, daun dan lain sebagainya, sedangkan yang tidak mudah membusuk berupa plastik, kertas, karet, logam, abu sisa pembakaran dan lain sebagainya.
         Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pengelolaan Sampah, Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat yang terdiri atas sampah rumah tangga maupun sampah sejenis sampah rumah tangga.
         Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/Prt/M/2013 Tentang Penyelenggaraan Prasarana Dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis  Sampah Rumah Tangga 1. Sampah Rumah Tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. 2. Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga adalah sampah rumah tangga yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya.
 2.2  Timbulan Sampah
         Timbulan sampah adalah volume sampah atau berat sampah yang dihasilkan dari jenis sumber sampah diwilayah tertentu persatuan waktu m3/h (Departemen PU, 2004). Timbulan sampah adalah sampah yang dihasilkan dari sumber sampah (SNI, 1995). Timbulan sampah sangat diperlukan untuk menentukan dan mendesain peralatan yang digunakan dalam transportasi sampah, fasilitas recovery material, dan fasilitas Lokasi Pembuangan Akhir (LPA) sampah.
         Prakiraan timbulan sampah baik untuk saat sekarang maupun dimasa mendatang merupakan dasar dari perencanaan, perancangan dan pengkajian sistem pengelolaan persampahan. Prakiraan  timbulan sampah merupakan langkah awal yang biasa dilakukan dalam pengelolaan persampahan. Satuan timbulan sampah biasanya dinyatakan sebagai satuan skala kuantitas perorang atau perunit bangunan dan sebagainya. Rata- rata timbulan sampah tidak akan sama antara satu daerah dengan daerah lainnya, atau suatu negara dengan negara lainnya.
2.3  Jenis Sampah
         Sedangkan menurut Amos Noelaka (2008:67) sampah dibagi menjadi 3 bagian yakni:
a.       Sampah Organik,
Sampah Organik merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik / pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai, dikelola dan dimanfaatkan dengan prosedur yang benar. Sampah ini dengan mudah dapat diuraikan melalui proses alami. Sampah organik merupakan sampah yang mudah membusuk seperti, sisa daging, sisa sayuran, daun-daun, sampah kebun dan lainnya
b.      Sampah Nonorganik
Sampah nonorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan nonhayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang. Sampah ini merupakan sampah yang tidak mudah menbusuk seperti, kertas, plastik, logam, karet, abu gelas, bahan bangunan bekas dan lainnya. Menurut Gelbert (1996) Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol plastik, botol gelas, tas plastik, dan kaleng,
c.       Sampah B3 (Bahan berbahaya beracun)
Pada sampah berbahaya atau bahan beracun (B3), sampah ini terjadi dari zat kimia organik dan nonorganik serta logam-logam berat, yang umunnya berasal dari buangan industri. Pengelolaan sampah B3 tidak dapat dicampurkan dengan sampah organik dan nonorganik. Biasanya ada badan khusus yang dibentuk untuk mengelola sampah B3 sesuai peraturan berlaku.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1  Waktu dan tempat penelitian
      Penelitian ini berlokasi di Desa Abenggi Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan. Pemilihan lokasi penelitian ini ditentukan secara purposive (sengaja). Penelitian dilakukan dari tanggal 10-17 juli 2017 secara terus menerus selama delapan hari, penelitian dilakukan di kelurahan tobuuha kecamatan puwatu.
3.2  Peralatan dan perlengkapan
1.      Kantong plastik sebagai tempat pengambilan sampah
2.      Timbangan (0-2) Kg
3.      Kotak ukuran 29,5 x 20,5 x
4.      Penggaris
5.      Kalkulator
6.      Alat tulis
3.3  Teknik Pengumpulan Data
      Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
      1. Survei yaitu melakukan pengamatan langsung di lokasi penelitian khususnya pada usaha jahe instan yang menjadi objek penelitian.
2. Studi kepustakaan yaitu pengumpulan data dengan menggunakan literatur yang berhubungan dengan penelitian ini.


3.4  Pengolahan Dan Analisis Data
      Pengolahan dan Analisis data  Data yang diperoleh di lapangan diolah menggunakan rumus-rumus dan persamaan berdasarkan referensi untuk memperoleh data keluaran berupa timbulan dalam satuan volume (liter/m2/hari dan liter/orang/hari) serta satuan berat (kg/m2/hari dan kg/orang/hari). Konversi satuan ke orang/hari dilakukan dengan cara membagi jumlah sampah dari masingmasing sumber dengan jumlah karyawan yang ada pada industri tersebut, sedangkan untuk satuan luas/hari dengan membagi jumlah sampah yang dihasilkan perhari dengan luas industri. Data tersebut dianalisis dengan cara membandingkan dengan penelitian sebelumnya.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1  Deskripsi Lokasi
         Kelurahan tobuha berada di kecamatan tobuha dengan luas wilayah 3.40 km, kepadatan penduduk 2.289 per Km2, dan jumlah penduduknya sebanyak 7.781 jiwa,
4.2   Cara Perhitungan Jumlah Sampel, Berat Sampah, Dan Volume Sampah
            Berdasarkan SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan, jumlah sampel jiwa dan kelapa keluarga (KK) dihitung dengan persamaan :
Dimana :
S          = Jumlah Sampel (jiwa)
Cd        = Koefisien Kota, asumsi kota kendari merupakan kota sedang 0,5
Px           = populasi (jiwa)
Dimana :
K         = Jumlah sampel (KK)
N         = Rata-rata jumlah jiwa per keluarga = 5 jiwa.
4.2.1  Perhitungan jumlah sampel di Kelurahan Tobuuha
Jumlah penduduk di Kelurahan Tobuuha 7.781 jiwa (BPS Kota Kendari 2016)
 
S=0,5(88,2)
S=44,1 ~ 44 jiwa

K=
K=8,8
Jadi jumlah sampelnya adalah 8.
4.2.2  Perhitungan Berat Sampah (Kg/org/hr)
Cara perhitungan berat sampah dilakukan dengan cara:
Pada penelitian kali ini berat kosongnya 110 gram.
4.2.3  Perhitungan Volume Sampah (L/org/hr)
Cara perhitungan berat sampah dilakukan dengan menggunakan media berbentuk balok atau kubus, dan dihentak 3 kali sebelum dihitung volumenya.
Contoh perhitungan
 
Pada penelitian kali in panjang kotak 29,5 cm dan lebar kotak 20,5 cm.
4.3 Hasil Pengukuran Sampah Di Kelurahan Tobuha

Sampel 1
Hr
Berat Total (Kg/org/hr)
Berat Organik (Kg/org/hr)
Berat Anorganik (Kg/org/hr)
Volume Total (L/org/hr)
Volume Organik
Volume Anorganik
1
0,66
0,54
0,12
8,47
5,44
3,02
2
0,58
0,31
0,27
4,23
2,42
4,23
3
1,04
0,69
0,35
7,26
4,84
7,86
4
0,96
0,87
0,09
6,35
3,02
4,84
5
0,43
0,33
0,10
5,44
3,02
3,02
6
0,6
0,39
0,21
4,84
3,63
1,21
7
0,81
0,52
0,29
3,93
2,12
1,81
8
0,9
0,61
0,29
5,75
2,42
3,02
jumlah (kg)
5,98
4,26
1,72
46,26
26,91
29,03
Sampel 2
Hr
Berat Total (Kg/org/hr)
Berat Organik (Kg/org/hr)
Berat Anorganik (Kg/org/hr)
Volume Total (L/org/hr)
Volume Organik
Volume Anorganik
1
0,92
0,81
0,11
7,26
4,23
3,02
2
1,15
0,59
0,56
6,05
3,02
2,42
3
0,87
0,56
0,31
4,23
2,42
1,81
4
1
0,51
0,49
5,75
3,93
2,42
5
0,98
0,4
0,58
5,44
2,84
3,02
6
1,04
0,32
0,72
6,35
4,84
1,51
7
0,76
0,21
0,65
3,63
1,21
2,42
8
0,81
0,36
0,45
5,14
2,12
3,02
jumlah (kg)
7,53
3,76
3,87
43,84
24,61
19,65


Sampel 3
Hr
Berat Total (Kg/org/hr)
Berat Organik (Kg/org/hr)
Berat Anorganik (Kg/org/hr)
Volume Total (L/org/hr)
Volume Organik
Volume Anorganik
1
0,32
0,01
0,30
4,11
1,45
2,66
2
0,28
2,69
0,11
4,23
1,81
2,42
3
0,21
0,03
0,18
3,63
1,21
3,02
4
0,46
0,24
0,22
3,33
2,12
1,21
5
0,34
0,30
0,04
3,02
2,42
1,81
6
0,09
0,08
0,03
1,81
1,21
0,60
7
0,20
0,06
0,14
2,42
1,81
1,21
8
0,35
0,12
0,23
3,93
2,72
1,21
jumlah
2,25
3,53
1,25
26,49
14,76
14,15
Hr
Berat Total (Kg/Org/Hr)
Berat Organik (Kg/Org/Hr)
Berat Anorganik (Kg/Org/Hr)
Volume Total (L/Org/Hr)
Volume Organik
Volume Anorganik
1
0,23
0,13
0,10
2,12
1,51
0,60
2
0,38
0,15
0,23
1,81
0,91
1,21
3
0,19
0,10
0,09
1,21
0,60
0,60
4
0,21
0,10
0,11
1,21
0,91
0,60
5
0,30
0,23
0,07
2,42
1,69
0,60
6
0,27
0,19
0,08
1,51
0,60
1,21
7
0,17
0,12
0,05
1,21
0,60
0,60
8
0,22
0,07
0,15
1,69
0,85
0,60
jumlah
1,97
1,09
0,88
13,18
7,68
6,05
 Sampel 4
Hr
Berat Total (Kg/Org/Hr)
Berat Organik (Kg/Org/Hr)
Berat Anorganik (Kg/Org/Hr)
Volume Total (L/Org/Hr)
Volume Organik
Volume Anorganik
1
1,71
0,91
0,80
8,47
5,75
3,02
2
1,26
0,88
0,38
6,05
2,42
3,63
3
1,52
0,61
0,91
6,65
4,84
1,81
4
1,38
0,77
0,62
5,26
3,93
2,30
5
0,99
0,57
0,88
6,05
3,63
2,42
6
0,87
0,31
0,56
4,54
2,30
1,51
7
1,19
0,35
0,84
6,83
2,72
3,87
8
0,72
0,56
0,16
4,84
3,02
2,18
jumlah
9,64
4,96
5,15
48,68
28,60
20,74
Sampel 5

Sampel 6
Hr
Berat Total (Kg/Org/Hr)
Berat Organik (Kg/Org/Hr)
Berat Anorganik (Kg/Org/Hr)
Volume Total (L/Org/Hr)
Volume Organik
Volume Anorganik
1
1,610
1,010
0,710
9,676
5,443
4,233
2
1,490
0,570
1,030
8,467
3,024
4,838
3
1,590
0,980
0,720
10,281
4,838
5,443
4
1,290
0,920
0,480
7,862
6,048
1,814
5
1,790
0,860
1,040
10,583
2,419
7,257
6
1,690
1,210
0,590
10,825
6,652
4,233
7
1,140
0,700
0,550
7,741
3,447
3,629
8
1,390
0,690
0,810
7,862
3,931
4,233
jumlah
11,990
6,940
5,930
73,296
35,801
35,680

Hr
Berat Total (Kg/Org/Hr)
Berat Organik (Kg/Org/Hr)
Berat Anorganik (Kg/Org/Hr)
Volume Total (L/Org/Hr)
Volume Organik
Volume Anorganik
1
0,990
0,470
0,520
7,499
3,508
3,629
2
1,490
1,090
0,400
8,164
6,048
1,814
3
1,440
0,870
0,570
8,346
5,443
2,419
4
1,190
0,470
0,770
7,257
3,024
4,838
5
1,280
0,850
0,430
7,438
5,443
1,814
6
1,130
0,500
0,630
7,197
2,721
3,447
7
0,970
0,340
0,650
6,048
2,903
3,024
8
0,810
0,700
0,110
5,745
1,935
3,326
jumlah
9,300
5,290
4,080
57,693
31,024
24,311
 Sampel 7

Sampel 8
Hr
Berat Total (Kg/Org/Hr)
Berat Organik (Kg/Org/Hr)
Berat Anorganik (Kg/Org/Hr)
Volume Total (L/Org/Hr)
Volume Organik
Volume Anorganik
1
1,980
1,230
0,750
11,490
6,350
4,838
2
1,760
0,840
0,920
10,281
5,261
6,652
3
1,700
0,930
0,770
9,978
4,838
3,024
4
1,850
1,100
0,750
10,765
5,624
3,931
5
1,750
0,980
0,770
10,886
6,955
4,233
6
1,590
1,110
0,480
10,220
5,201
4,233
7
1,620
0,870
0,750
11,006
5,745
4,838
8
1,670
1,000
0,670
9,978
6,048
3,629
jumlah
13,920
8,060
5,860
84,605
46,021
35,378

Jumlah Volume sampah dari 8 sampel selama 8 hari.
Sampel
Volume Organik
Volume Anorganik
1
26,911
29,028
2
24,613
19,654
3
14,756
14,151
4
28,605
20,743
5
7,680
6,048
6
35,801
35,680
7
31,024
24,311
8
46,021
35,378
jumlah
215,412
184,993










sampel
BERAT ORGANIK (Kg/org/hr)
BERAT ANORGANIK (Kg/org/hr)
1
4,260
1,720
2
3,760
3,870
3
3,230
1,250
4
4,955
5,145
5
1,090
0,880
6
6,940
5,930
7
5,290
4,080
8
8,060
5,860
jumlah
37,585
28,735



sampel
BERAT TOTAL (Kg/org/hr)
VOLUME TOTAL (L/org/hr)
1
5,980
46,263
2
7,530
43,844
3
2,250
26,488
4
9,640
48,682
5
1,970
13,184
6
11,990
73,296
7
9,300
57,693
8
13,920
84,605
jumlah
62,580
394,055







4.4 Analisis Timbulan Sampah
kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat nya dapat menyebabkan sampah menjadi berserakan dan menimbulkan bau yang tidak sedap, selain itu masyarakat diharapkan juga selalu memisahkan antara sampah organik dan anorganik agar mudah dalam pengelolaannya.
Setelah dihitung menggunakan rumus menghitung timbulan sampah diperoleh data seperti yang terlihat diatas, dapat dilihat bahwa volume sampah organik yang dihasilkan lebih besar dibandingkan sampah anorganik, begitupun besat sampah organik lebih besar dibandingkan sampah anorganik.
Berdasarkan survey yang telah dilakukan, timbulan sampah yang dihasilkan cenderung lebih banyak jenis sampah organik daripada sampah anorganik. Hal ini cukup baik mengingat sampah organik lebih mudah dan dapat lebih cepat terurai dengan tanah, hanya saja pada perumahan ini pengelolaan sampah masih sangat rendah. Sehingga sampah tidak dimanfaatkan maupun di kelola dengan baik.

BAB V
PENUTUP
5.1  Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas bahwa :
1.      Jumlah berat total sampah 62,580 ( 14%),
2.      Volume total sampah 394,055 (86%)
3.       Berat organik 37,585 (57%)
4.      Berat anorganik 28,735 (43%)
5.      Volume organik 215,412 (54%)
6.      Volume anorganik 184,993 (46%)
5.2  Saran
Masyarakat diharapkan untuk lebih kreatif dalam mengolah sampah, seperti data diatas bahwa sampah organik lebih banyak dibandingkan anorganik, sampah organik dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pembuatan pupuk kompos.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2010). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pengelolaan Sampah. Badan Standardisasi Nasional.
Anonim. (2013). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/Prt/M/2013 Tentang Penyelenggaraan Prasarana Dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis  Sampah Rumah Tangga. Badan Standardisasi Nasional
Anonim. (1994). SNI 19-3964-1994 Tentang Metode Pengambilan Dan Pengukuran Contoh Timbulan Dan Komposisi Sampah Perkotaan. Badan Standardisasi Nasional
Anonim. (1994). SNI 19-3964-1994 tentang Spesifikasi Timbulan Sampah Untuk Kota Kecil Dan Sedang Di Indonesia. Badan Standardisasi Nasional

Lampiran-lampiran
 





 

 










Comments